Dari Plastik Sekali Pakai ke Biodegradable: Apa yang Perlu Dipertimbangkan Industri?
Penggunaan packaging sekali pakai masih menjadi bagian dari aktivitas industri, terutama pada produk food & beverage. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, biodegradable packaging mulai dilirik sebagai salah satu alternatif material untuk mendukung pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Tapi, apakah berpindah dari packaging konvensional ke biodegradable cukup dilakukan dengan mengganti material?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Ketika sustainability mulai menjadi bagian dari pertimbangan produk, industri perlu melihat packaging bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi juga sebagai bagian dari strategi produk, inovasi, dan bagaimana sebuah brand menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kenapa Biodegradable Packaging Mulai Dipilih Industri?
Salah satu contoh menarik datang dari Artikel Jurnal yang membahas Ascend Coffee and Tea Company di Medan. Brand ini telah menggunakan biodegradable packaging dan kemudian menjadi objek penelitian untuk melihat hubungan antara biodegradable packaging, consumer awareness, dan product sustainability.
Penelitian tersebut berangkat dari meningkatnya perhatian konsumen terhadap sustainability. Namun, penggunaan packaging yang lebih ramah lingkungan tetap menimbulkan pertanyaan: apakah pilihan tersebut benar-benar dipahami dan dihargai konsumen, atau hanya menjadi simbol sustainability bagi sebuah brand?
Di sinilah biodegradable packaging mulai memiliki peran yang lebih luas. Packaging tidak lagi hanya dipandang sebagai wadah untuk melindungi produk, tetapi juga dapat menjadi bagian dari bagaimana sebuah brand menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab dan inovasi.
Penelitian pada Ascend Coffee and Tea Company menemukan bahwa biodegradable packaging memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap product sustainability. Bahkan, variabel ini menjadi faktor dengan pengaruh paling kuat dalam model penelitian dibandingkan consumer awareness.

Biodegradable Packaging Bukan Sekadar Ganti Material
Ini bagian yang sering terlewat ketika membicarakan sustainable packaging.
Mengganti material memang menjadi langkah penting, tetapi industri tetap perlu melihat bagaimana material tersebut digunakan, bagaimana desain packaging dibuat, serta apakah material tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan.
Penelitian tersebut merekomendasikan peningkatan efisiensi desain dan pemenuhan standar biodegradability sebagai bagian dari strategi sustainable packaging. Penelitian juga merekomendasikan evaluasi dampak lingkungan secara berkelanjutan serta kolaborasi dengan supplier.
Artinya, pertanyaannya bukan hanya:
“Apakah packaging ini biodegradable?”
Tetapi juga:
“Apakah material ini sesuai dengan kebutuhan produk dan aplikasinya?”
Cara berpikir seperti ini membuat sustainable packaging menjadi bagian dari pengembangan produk, bukan sekadar penggantian bahan.

Apa Pengaruhnya terhadap Product Sustainability?
Dalam penelitian tersebut, biodegradable packaging terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap product sustainability. Pembahasan penelitian mengaitkannya dengan dukungan terhadap produk yang lebih environmentally friendly, pengurangan single-use plastic waste, serta sustainable brand image.
Artinya, pilihan material packaging dapat menjadi salah satu aspek yang ikut membentuk bagaimana sebuah produk dipersepsikan dalam konteks sustainability.
Namun, biodegradable packaging bukan satu-satunya faktor. Penelitian juga memasukkan consumer awareness sebagai variabel lain yang berhubungan dengan product sustainability.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa biodegradable packaging dan consumer awareness secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap product sustainability. Nilai R² sebesar 0,610 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 61% variasi product sustainability dalam model penelitian, sementara 39% sisanya berasal dari faktor lain di luar model.
3 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Industri
Berpindah menuju biodegradable packaging pada akhirnya bukan hanya persoalan mencari material yang memiliki klaim lebih ramah lingkungan. Ada beberapa hal yang perlu dilihat secara bersamaan.
1. Kebutuhan Produk
Material packaging perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan produk yang akan dikemas. Setiap produk memiliki kebutuhan aplikasi yang berbeda, sehingga pemilihan material tidak bisa hanya berdasarkan label sustainability.
2. Karakter dan Standar Material
Selain karakter material, industri perlu mempertimbangkan desain dan standar biodegradability yang relevan. Penelitian pada Ascend juga merekomendasikan peningkatan efisiensi desain dan kepatuhan terhadap standar biodegradability.
3. Tujuan Sustainability
Penggunaan biodegradable packaging sebaiknya menjadi bagian dari strategi sustainability produk secara keseluruhan. Dengan begitu, pilihan material tidak berhenti sebagai klaim pemasaran, tetapi benar-benar dipertimbangkan dalam pengembangan produk dan packaging.
Biodegradable Packaging Perlu Dipilih dengan Tepat
Peralihan dari plastik sekali pakai menuju biodegradable packaging bukan sekadar mengganti satu material dengan material lainnya.
Bagi industri, langkah tersebut perlu dilihat lebih luas: bagaimana material bekerja untuk produk, bagaimana packaging mendukung sustainability, dan bagaimana pilihan tersebut memberikan nilai bagi brand maupun konsumen.
Karena pada akhirnya, sustainable packaging bukan hanya soal material yang digunakan, tetapi juga bagaimana material tersebut dipilih, dikembangkan, dan digunakan sesuai kebutuhan produk.
Sedang mencari material packaging untuk kebutuhan industri? Diskusikan kebutuhan packaging-mu bersama Norita Flexindo.




Comments