top of page

Mengapa Industri Kemasan Mulai Beralih ke Monomaterial Packaging?

  • Jul 16
  • 2 min read

Industri kemasan saat ini tidak lagi hanya dituntut menghasilkan kemasan yang mampu melindungi produk, tetapi juga mendukung target keberlanjutan. Seiring meningkatnya perhatian terhadap sustainability dan circular economy, banyak brand mulai mengevaluasi kembali struktur kemasan yang mereka gunakan.


Perubahan ini juga didorong oleh perkembangan regulasi global. Melalui Packaging and Packaging Waste Regulation (PPWR), Uni Eropa menargetkan seluruh kemasan di pasar dirancang agar dapat didaur ulang secara ekonomis serta mengurangi timbulan limbah kemasan secara bertahap.


Tantangan Industri Kemasan Saat Ini


Flexible packaging tetap menjadi pilihan berbagai industri karena ringan, efisien, dan mampu menjaga kualitas produk selama distribusi. Namun, tantangan terbesar muncul setelah kemasan selesai digunakan.


Banyak kemasan konvensional masih menggunakan struktur multimaterial, yaitu kombinasi beberapa jenis material untuk memenuhi kebutuhan barrier, kekuatan, maupun performa sealing. Struktur seperti ini memang memberikan perlindungan produk yang optimal, tetapi proses daur ulangnya menjadi lebih kompleks karena setiap material perlu dipisahkan terlebih dahulu.


Di sisi lain, regulasi dan tuntutan pasar kini semakin mendorong industri untuk merancang kemasan yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga lebih mudah diproses dalam sistem daur ulang.



Apa Itu Monomaterial Packaging?


Monomaterial packaging adalah kemasan yang menggunakan material dari satu keluarga polimer, seperti polyethylene (PE) atau polypropylene (PP). Dengan pendekatan ini, struktur kemasan menjadi lebih kompatibel dengan proses daur ulang dibandingkan kemasan yang menggabungkan beberapa jenis material.


Bukan berarti monomaterial selalu terdiri dari satu lapisan, tetapi setiap lapisannya tetap menggunakan material yang kompatibel dalam satu kelompok sehingga lebih mudah diproses pada akhir siklus penggunaannya.


Mengapa Mulai Banyak Digunakan?


Peralihan menuju monomaterial packaging bukan sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan respons terhadap perubahan kebutuhan industri.


Selain membantu perusahaan mencapai target sustainability, monomaterial juga sejalan dengan konsep Design for Recycling, yaitu pendekatan yang mempertimbangkan proses daur ulang sejak tahap desain kemasan.


Packaging Dive juga menjelaskan bahwa implementasi PPWR mendorong pelaku industri untuk mulai mempersiapkan struktur kemasan yang lebih mudah didaur ulang. Meskipun implementasinya masih memerlukan penyesuaian, arah transformasi industri semakin mengarah pada desain kemasan yang lebih recyclable.



Komitmen Norita terhadap Inovasi Kemasan


Sebagai perusahaan yang telah berpengalaman di industri flexible packaging, Norita Flexindo terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Melalui dukungan tim Research & Development, Norita mengembangkan berbagai solusi kemasan yang disesuaikan dengan karakteristik produk, kebutuhan proses produksi, hingga tren industri yang terus berkembang.


Sebagai bagian dari inovasi tersebut, Norita menghadirkan Suspack Mono, solusi monomaterial packaging yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap kemasan yang lebih selaras dengan prinsip Design for Recycling. Inovasi ini merupakan salah satu langkah Norita dalam membantu brand dan pelaku industri mempersiapkan transisi menuju sistem kemasan yang lebih berkelanjutan, tanpa mengabaikan kualitas dan performa kemasan yang dibutuhkan.



Referensi



 
 
 
bottom of page